Bupati UT Libatkan Unsur Masyarakat Fakfak Perjuangkan Pemekaran Kota Madya Fakfak

oleh

Usulan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Papua Barat masih terus dalam pembahasan bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Diketahui, Pemprov Papua Barat telah mengusulkan 11 kabupaten/kota yang akan dimekarkan.

Bupati Fakfak Untung Tamsil menyatakan, dua dari 11 DOB yang diusulkan itu berada di wilayah administrasi Kabupaten Fakfak, yakni Kota Madya Fakfak dan Kabupaten Kokas. Hal itu berdasarkan rapat terakhir bersama Komisi II DPR RI pada 20 Maret 2023 lalu.

“Pada rapat tersebut DPR RI juga telah memutuskan, menetapkan dan menyetujui, usulan pembentukan Daerah Otonomi Baru diwilayah Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya untuk dibahas,” ujar Bupati UT kepada awak media pada Jumat (24/03/2023).

Menurut Bupati UT, dua wilayah DOB di Kabupaten Fakfak itu merupakan prioritas Pemda. Bahkan saat menghadiri pertemuan salah satu kegiatan yang dihadiri Presiden Joko Widodo melalui video conference pada Senin (20/03), ia menegaskan bahwa komitmen itu untuk menjawab keinginan masyarakat Fakfak selama kurang lebih 20 tahun terakhir.

“Memang kemarin sudah ada undangan dari Komisi II DPR RI tentang dukungan DOB Kabupaten Kokas yang sudah diperjuangkan kurang lebih 20 sekian tahun, ini akan didorong terus, kami juga akan mendukung dan mendorong usulan Kota Madya Fakfak, itu menjadi target kami,” jelasnya.

Bupati UT menegaskan bahwa keterlibatan unsur masyarakat baik tokoh adat hingga tokoh perempuan di Fakfak sangat dibutuhkan, khususnya dalam mendorong DOB Kota Madya Fakfak.

“Untuk Kota Madya Fakfak segera mungkin kami akan meminta masukan-masukan dari tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh masyarakat dan tokoh perempuan untuk mendorong terus usulan DOB Kota Madya Fakfak ini ke Pemprov Papua Barat dan Pemerintah Pusat,” ungkapnya.

Selain fokus pada DOB Kabupaten Kokas dan Kota Madya Fakfak, usulan DOB Provinsi Papua Barat Tengah atau Bomberay Raya tetap diperjuangkan.

“Karena itu menjadi semangat juang bersama, sehingga untuk DOB Papua Barat Tengah kita sudah menyusun kerangka dalam rangka wilayah adat Bomberay,” jelasnya.

Menurut Bupati UT, semangat memperjuangkan DOB Papua Barat Tengah ditandai dengan upaya kedepannya ketika semua DOB kabupaten dan kota sudah terbentuk.

“Kami berharap kepada Pemerintah Pusat harus memberikan kesempatan kepada kami diwilayah adat bomberay. Kesiapan Pemerintah Daerah sudah sangat siap, karena telah ada tim percepatan pembentukan DOB Kokas yang terbentuk dalam SK dan telah saya tandatangai. Nah, tinggal kita optimalkan saja, Pemerintah Daerah akan mendampingi terus sampai selesai,” imbuhnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.