Kasus Mafia Tambang Meresahkan, Mahasiswa Akan Srudug KPK Usut Helmut Atas Dugaan Suap dan Pencucian Uang

oleh

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Peduli Hukum (IMPUH) melakukan dialog di samping gedung KPK RI membahas tentang kasus Mafia Tambang, gratifikasi hingga korupsi besar2an dunia pertambangan, pada Jumat 24 maret 2022.

Dialog tersebut menanggapi aksi mahasiswa di depan gedung DPR beberapa hari lalu, dan Statment Mahfud MD terkait Korupsi besar besaran yang terjadi di dunia pertambangan.

Ketika di tanya awak media, koordinator Impuh Ahmad Hadi menjelaskan bahwa Ada beberapa Kasus yang dikaji, di antaranya kasus mantan Direktur Utama PT Citra Lampia Mandiri (CLM) Helmut Hermawan yang menyuap sebesar Rp7 miliar kepada Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Wamenkumham demi bantuan legalitas dan kepemilikan perusahaan tambang.

“Kami mengkaji, dan menyambungkan fenomena yang terjadi di dunia pertambangan dengan Statment Bapak Mahfud MD dan adanya aksi mahasiswa di depan Gedung DPR beberapa hari lalu bahwa memang ternyata Ada kasus besar dan diantaranya Kasus Helmut Hermawan yang meresahkan dan menyeret wenkumham” ujar Ahmad Hadi, koordinator Impuh.

Para mahasiswa mendukung penuh sikap kepolisian dan KPK yang telah menangkap Helmut Hermawan mantan dirut CLM.

“Dengan di Tangkap nya Helmut Hermawan, kami meminta Pihak penegak Hukum dalam hal ini Polri, KPK harus tegas usut dan hangus kan para mafia tambang sampai ke akar nya karena merugikan negara dan tidak mensejahterakan Masyarakat Luwu Timur sulsel” lanjut Hadi.

Menurut Hadi, mereka akan menggelar aksi di depan Gedung KPK di hari senin, guna mendesak KPK tegas usut kasus Helmut dan menutup Tambang Malili Luwu Timur.

“Kami akan berdemonstrasi menyampaikan hasil kajian kami di depan Gedung KPK, dan mendesak agar POLRI dan KPK usut tuntas kasus Helmut demi sejahtera nya negara ini agar tidak ada Helmut lain yang muncul dan meresahkan Bangsa dan negara” Tutup Hadi.

No More Posts Available.

No more pages to load.